TEPATIN·
Buat Protokol

Panduan & Tips Sukses

Gunakan Tepatin dengan bijak untuk membangun integritas, bukan sekadar menaruh denda. Berikut adalah panduan untuk memastikan setiap janji berakhir dengan kepuasan kedua belah pihak.

Bagi Promisor (Pemberi Janji)

"Cara terbaik menghindari denda adalah dengan menepati waktu."

  • Setel Denda yang Realistis

    Jangan setel denda terlalu rendah sehingga Anda tidak termotivasi, tapi jangan terlalu tinggi sehingga terasa mustahil. Denda harus mencerminkan nilai dari janji tersebut.

  • Kirim Bukti Lebih Awal

    Jangan menunggu detik terakhir deadline. Server membutuhkan waktu untuk memproses, dan Promisee mungkin butuh waktu untuk meninjau. Kirim bukti minimal 2 jam sebelum deadline.

  • Kejujuran adalah Kunci

    Mengirim bukti palsu atau tidak relevan hanya akan memancing sengketa yang pasti Anda kalahkan. Integritas Anda lebih mahal daripada nilai deposit.

Bagi Promisee (Penerima Janji)

"Pastikan deposit sebanding dengan risiko yang Anda tanggung."

  • Prinsip Full Settlement

    Jika kegagalan janji ini merugikan Anda Rp1.000.000, jangan setujui deposit hanya Rp100.000. Mintalah deposit yang bisa menutup kerugian nyata Anda agar tidak perlu ada sengketa hukum lanjutan.

  • Definisi Selesai yang Jelas

    Tulis judul janji dengan sangat spesifik. Contoh: "Kirim File Final Laporan Keuangan format PDF via Email" jauh lebih baik daripada "Kirim Laporan". Kejelasan menghindari sengketa.

  • Verifikasi dengan Iktikad Baik

    Gunakan fitur sengketa hanya jika bukti benar-benar salah. Menahan dana orang lain secara tidak adil akan merusak reputasi Anda di platform.

Menghindari Sengketa Hukum

01

Deposit Sebagai Batas

Pahami bahwa Tepatin hanya menjamin dana sebatas deposit. Jadikan nilai deposit sebagai alat mitigasi risiko yang nyata.

02

Bukti Digital

Simpan tangkapan layar atau dokumen di luar Tepatin sebagai cadangan jika Anda harus membawa masalah ini ke jalur hukum eksternal.

03

Tutup Buku

Setelah dana dicairkan, sepakatlah untuk menutup masalah tersebut. Jangan biarkan sengketa kecil merusak hubungan jangka panjang.

Masih punya pertanyaan? Baca Tanya Jawab (FAQ) kami.